Selasa, 06 Mei 2014

Pengalaman Tinggal di Jepang



Di bagian tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tentang cerita orang Indonesia yang bekerja di Jepang. Ah lebih tepatnya menyampaikan hasil wawancara kecil yang saya dapat dari narasumber. Narasumber pertama saya lulusan UNNES Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, sebut saja namanya Ame. Tepatnya, Ame ini kakak kelas satu tingkat di atas saya waktu kuliah dulu. Ame tinggal dan bekerja di Jepang sejak tahun 2012 lalu. Pertama yang saya ingin tahu, kenapa ia memilih bekerja di jepang sedangkan kebanyakan lulusan Pendidikan Bahasa Jepang menjadi guru. Ada yang menjadi guru di SMA, SMK, LPK khusus pemagangan ke Jepang dan ada juga yang menjadi dosen dan tidak sedikit juga yang bekerja di perusahaan.

Jawaban yang saya dapat adalah, Ame memang dari awal ketika kuliah ingin bisa pergi ke Jepang tapi untuk sekedar tamasya (ya memang hampir sebagian mahasiswa jurusan Bahasa Jepang ingin pergi ke jepang sekedar untuk tamasya termasuk saya hehe..) Namun setelah lulus, ia mempunyai 2 tujuan kenapa memilih bekerja di Jepang. Tujuan utama dan tujuan umum. Tujuan utamanya yaitu sebelum menikah dan sebelum umur 28tahun, ia sudah mandiri dan juga kemampuan Bahasa Jepangnya semakin meningkat. Sedangkan tujuan umumnya, mendapatkan banyak teman orang-orang asing, menyalurkan hobi futsal (saya masih belum mengerti kenapa untuk alasan futsal harus sampai jepang :D) dan juga hiking.

Tujuan-tujuan itu pastinya sudah tercapai karena sekarang sudah di tahun ke-2 ia tinggal di Jepang. Namun, ada sedikit hal yang terkadang membuatnya galau yaitu ia tidak bisa melewatkan waktu Idul fitri dan Idul Adha bersama keluarga karena baru di tahun ke-3 ia bisa pulang ke Indonesia.
Sejauh ini, tempatnya bekerja toleransi agamanya bagus. Kita tahu, Jepang bukanlah negara yang mayoritas penduduknya muslim. Di perusahaan tempatnya bekerja, dibangun musholah sehingga tidak kesulitan jika hendak shalat.

Aktifitasnya sehari-hari adalah bekerja dari senin hingga Jumat. Hari sabtu dan minggu libur. Hari sabtu ia gunakan untuk bersih-bersih dan kemudian sorenya futsal ataupun mancing. Sedangkan hari minggu sering ia gunakan untuk masak memasak dan juga belajar Bahasa Jepang. Meskipun sudah tinggal di Jepang ia tetap belajar agar kemampuan berbahasanya semakin meningkat. Selain belajar sendiri, ia juga belajar setiap kamis malam bersama native speaker. Di sana ternyata banyak native speaker yang menjadi relawan mengajar Bahasa Jepang. Tidak dipungut biaya, hanya mengganti uang buku saja.

Selain aktifitasnya sehari-hari, ia juga terkadang bertamasya. Sudah banyak tempat yang ia kunjungi di Jepang. Mulai dari daeraah Tokyo, Oosaka, Kagoshima sampai Kyuushu.  Ia mengirimkan beberapa foto tempat yang pernah dikunjungi. Indah sekali..
Waa… itsuka ii chansu ga attara nihon e ikitai!! 

Kyuushu

karakunidake, Prefektur Miyazaki

Sandankyou, Prefektur Hiroshima

Kamis, 01 Mei 2014

Jawaban pertanyaan pada BAB 15



1.       Toshoshitsu de shinbun o yomimasu.
2.       LL kyōshitsu de tēpu o kikimasu.
3.       Kyōshitsu de shinbun o kakimasu.
4.       Q : doko de benkyōshimasuka.
A : LL kyōshitsu de benkyōshimasu.
5.       Q : doko de supōtsu o shimasuka.
A : kōtē de supōtsu o shimasu.

Selasa, 29 April 2014

BAB 15 TOSHO-SHITSU DE HON O YOMIMASU

Pembahasan Materi kali ini tentang kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah. Tujuannya agar siswa bisa memberikan informasi tentang kegiatan yang dilakukannya di sekolah, dalam Bahasa Jepang tentunya. Semoga bermanfaat.

Kosakata :
<kata kerja>
Mimasu
:
Melihat
Kakimasu
:
Menulis
Kikimasu
:
Mendengarkan
Yomimasu
:
Membaca
benkyōshimasu
:
Belajar
Supōtsu o shimasu
:
Olahraga

<tempat>
LL kyōshitsu
(baca: eru eru kyōshitsu)
:
Ruang Lab Bahasa
Kyōshitsu
:
Ruang kelas
Tosho shitsu
:
Ruang perpustakaan

<kata benda>
Bideo
:
Video
Tēpu
:
Tape radio
Supōtsu
:
Olahraga
** pada kosakata Supōtsu o shimasu dengan Supōtsu artinya sama-sama “olahraga”. Bedanya, kalau Supōtsu o shimasu itu menunjukkan aktifitas (kata kerja). Sedangkan Supōtsu itu kata bendanya.

Pola Kalimat
(tempat) de (benda) o (kata kerja).
Contoh:
a.      Kyōshitsu de hon o yomimasu.
Kyōshitsu de : Di kelas
hon o yomimasu : membaca buku
jadi, Kyōshitsu de hon o yomimasu = membaca buku di kelas.
*arti masing-masing kata tinggal samakan dengan warnanya.
b.      LL- kyōshitsu de tegami o kakimasu. (menulis surat di Ruang Lab. Bahasa).
c.      Toshoshitsu de hon o yomimasu. (membaca buku di perpustakaan).
d.      Kyōshitsu de ongaku o kikimasu. (mendengarkan musik di kelas).

*catatan:
kata yang bergaris tebal di atas adalah partikel. Ingat! Partikel sebenarnya tidak memiliki arti namun memiliki fungsi.
Partikel de berfungsi menunjukkan tempat (contoh:Kyōshitsu de “di sekolah).
Partikel o berfungsi menunjukkan objek (contoh: hon o yomimasu “membaca buku”).

BENTUK PERTANYAAN
doko de” menanyakan “di mana”
Contoh:
Q : Doko de bideo o mimasuka. (melihat video di mana?)
A : Toshoshitsu de mimasu. (melihat di perpustakaan).
 *ingat bentuk “kaberati bentuk pertanyaan. Jadi meskipun tidak ada tanda tanya, “ka” sudah mewakili tanda tanya.

Ii desuka, dekimasuka. (bisa?) :D

Renshuushimashou (ayo berlatih!)
Ubahlah ke dalam Bahasa Jepang.
1.      Membaca Koran di perpustakaan. (Koran = shinbun)
2.      Mendengarkkan Tape radio di ruang Lab. Bahasa.
3.      Menulis surat di kelas.
4.      Q: belajar di mana?
A: belajar di ruang Lab. Bahasa.
5.      Q: berolahraga di mana?
A: berolahraga di halaman sekolah (halaman sekolah = kōtē)

untuk melihat hasil jawaban yang benar klik di sini

<Diadaptasi dari buku sakura 1, Hak cipta The Japan Foundation)

Jumat, 03 Januari 2014

PENGGUNAAN TEKARA DAN TA-ATODE


Di dalam mata kuliah Bahasa Jepang khususnya matakuliah bunpo “tata Bahasa Jepang” sering kali ditemui kata tekara dan ta-atode yang biasanya diartikan “setelah”. Namun, tidak sedikit pembelajar Bahasa Jepang yang ragu-ragu maupun belum memahami apakah tekara dan ta-atode  yang memiliki arti sama tersebut bisa dipakai saling menggantikan ataukah tidak.
            Pemahaman mengenai penggunaan “tekara dan ta-atode”, dapat kita pelajari dari contoh-contoh kalimat yang ada pada buku bunpo seperti minna no nihon go (1&2),  nihongo bunpoo handobukku, donna toki o tsukau dan lain sebagainya.

Minggu, 01 September 2013

BELAJAR BAHASA JEPANG DENGAN VIDEO ERIN

Pembelajaran Bahasa Jepang di SMA merupakan salah satu pembelajaran bahasa yang sudah tidak asing lagi untuk diajarkan. Bagi siswa yang memiliki antusias tinggi dengan Bahasa Jepang, mereka begitu cepat menangkap materi yang diajarkan. Berbeda dengan siswa yang memiliki antusias rendah butuh lebih banyak waktu menangkap materi yang diajarkan.  Oleh karena itu, variasi metode pengajaran dan media pembelajaran sangat diperlukan sehingga bisa menumbuhkan minat siswa untuk belajar Bahasa Jepang.

Pembelajaran Bahasa Jepang dengan Video

Salah satu media yang digunakan untuk pembelajaran adalah media audio visual.  Media audio visual memiliki pengaruh yang cukup besar di dalam pembelajaran Bahasa. Pada pembelajaran Bahasa Jepang, di sini digunakan video pembelajaran agar siswa dapat melihat gambaran nyata penggunaan bahasa, sehingga siswa memiliki pengetahuan bagaimana mengaplikasikan pelajaran yang telah diajarkan.
Video pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran Bahasa Jepang bisa didapat dari berbagai macam sumber. Di SMAN 1 Kramat, untuk materi pembelajaran Bahasa Jepang bab perkenalan diri, video pembelajaran yang digunakan adalah video belajar bahasa jepang yang diunduh dari situs resmi Japan Foundation. Video berdurasi  8 menit ini memperlihatkan seorang siswa pertukaran pelajar yang berasal dari Inggris. Siswa tersebut bernama Erin. Di dalam video tersebut, Erin sebagai siswa dari inggris mencoba memperkenalkan dirinya dalam Bahasa Jepang di depan teman-teman barunya yaitu orang jepang asli.
Video Erin ini diputarkan di Kelas XII IPS 2 dengan Bantuan LCD yang diarahkan ke dinding kelas bagian belakang. Semua siswa memperhatikan bagaimana Erin memperkenalkan dirinya dengan ekspresi yang masih sedikit canggung mengucapkan perkenalan dalam Bahasa Jepang. Seluruh siswa memperhatikan pemutaran video Erin. Setelah Erin memperkenalkan dirinya, semua siswa tepuk tangan seakan-akan Erin memperkenalkan diri di depan mereka. Setelah pemutaran video selesai, siswa meminta video Erin diputar lagi. Antusias siswa memperhatikan masih sama seperti pemutaran pertama video. Setelah pemutaran selesai, siswa disuruh memberi kesimpulan isi dari video tersebut dan apa saja yang tadi telah dikatakan oleh Erin. Dari pemutaran video tersebut, siswa yang sebelumnya telah mempraktekan perkenalan diri dalam bahasa jepang tanpa melihat contoh video Erin, bisa lebih memahami bagaimana memperkenalkan diri dalam Bahasa Jepang dan bagaimana mengimprovisasi sehingga tidak harus selalu mengacu pada teks pelajaran.


Jumat, 30 Agustus 2013

DORAEMON Lirik



こんなこといいな できたらいいな
Konna koto iina dekitara iina
Bagusnya hal ini, senangnya kalau bisa

あんなゆめ こんなゆめ いっぱいあるけど
Anna yume konna yume ippai aru kedo
Mimpi itu mimpi ini banyak sekali

みんなみんなみんな かなえてくれる
Minna minna minna kanaete kureru
Semua semua semua bisa di dapat

Kamis, 29 Agustus 2013

SITUS BELAJAR BAHASA JEPANG

Minna san, o genki desuka.... 
Belajar Bahasa Jepang bisa lebih mudah dan praktis dengan Erin. Minna san bisa belajar mulai dengan mengenal kosakata melalui gambar dan suara sampai pola kalimat. Video pembelajaran juga lengkap dengan script dan artinya. untuk melihat situsnya silahkan klik di sini

Rabu, 28 Agustus 2013

BAB 14 NIHON GO NO JUGYOU WA DOU DESUKA



Minna san, o genki desuka (apa kabar semua?) . itsumo genki ni naru youni (semoga selalu diberi kesehatan). Pada postingan materi kali ini akan membahas tentang kesan terhadap mata pelajaran di sekolah. Sesuai dengan tema pelajaran pada judul postingan ini yaitu NIHON GO NO JUGYOU WA DOU DESUKA yang artinya “pelajaran Bahasa Jepang bagaimana?”